Re: Indonesia HUMAN Cases - Mar/2/2008+
New suspect - 37 yo - in Lampung East
Lamtim - Warga Batangharjo Diduga Flu Burung
SUKADANA (Lampost): Diduga terjangkit virus flu burung (avian influenza/AI), Huliyatun (37), warga Desa Batangharjo, Batanghari, Lampung Timur, dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro, Selasa (18-3).
Namun, pasien itu kemudian dirujuk ke RSUAM Bandar Lampung. Sobirin, suami penderita, mengatakan istrinya dirawat di salah satu ruang penyakit dalam RSU A. Yani sejak Senin (10-3) akibat menderita demam tinggi.
Namun, hasil pemeriksaan dokter Chandra Pandiangan, salah seorang dokter rumah sakit setempat, Huliyatun diduga terjangkit virus flu burung. Karena itu, Huliyatun yang sebelumnya dirawat di ruang penyakit dalam, dipindahkan ke salah satu ruang isolasi pada Selasa (18-3).
Sobirin mengatakan sebelum istrinya dirawat di rumah sakit, tiga bulan lalu pada ketiak Huliyatun tumbuh benjolan sejenis bisul. Oleh pihak keluarga, penyakit tersebut dioperasi di Puskesmas Batanghari. Sebulan kemudian, benjolan tersebut kembali tumbuh di tempat yang sama.
Huliyatun lalu dibawa ke RSU A. Yani Metro. Di sana, korban kembali menjalani operasi. Beberapa hari setelah dirawat, penyakit yang diderita korban dinyatakan sembuh. Namun, beberapa hari kemudian, Huliyatun menderita demam tinggi.
Wanita itu lalu berobat ke Rudi, salah seorang mantri di bilangan Sukoharjo Sekampung. Hasil diagnosis, Huliyatun menderita tifus. Merasa belum puas, darah Huliyatun lalu diperiksa di salah satu laboratorium di Metro. Hasil pemeriksaan pihak laboratorium, darah Huliyatun telah terjangkit virus hepatitis A. "Ketika darahnya kami periksa di laboratorium, kondisi istri saya saat itu agak mendingan," ujar Solihin.
Merasa kondisi agak mendingan, kata dia, beberapa hari sebelum dirawat di RSU A. Yani, Huliyatun berkunjung ke rumah salah satu anggota keluarga di Ganjaragung. Namun, di sana, dia kembali mengalami demam tinggi. Selain itu dia juga tidak mau makan. Karena kondisi penderita lemah, Senin (10-3) pihak keluarga membawa Huliyatun ke RSU A. Yani Metro.
Sementara itu, menurut rencana
Rabu (19-3), Huliyatun akan dirujuk ke RSU Abdul Moeloek. Pasalnya, fasilitas untuk penanganan kasus flu burung di rumah sakit itu terbatas. "Kami belum memiliki ruang isolasi penanganan flu burung yang standar," ujar dr. Chandra yang menangani kasus tersebut.
Menurut dia, awal kedatangan Haliyatun di rumah sakit dalam keadaan panas tinggi, perut mual, dan pusing. Dan tanda sesak napas dan batuk tidak ada. Setelah diperiksa intensif, pihak rumah sakit awalnya menduga hepatitis. Namun ,dalam perjalanan hasil laboratorium terjadi penurunan trombosit. Dan saat itu tanda kecurigaan makin meningkat dugaan flu burung, dikarenakan setelah melihat hasil rontgen foto ditemukan gambaran bronco pnemonia.
New suspect - 37 yo - in Lampung East
Lamtim - Warga Batangharjo Diduga Flu Burung
SUKADANA (Lampost): Diduga terjangkit virus flu burung (avian influenza/AI), Huliyatun (37), warga Desa Batangharjo, Batanghari, Lampung Timur, dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro, Selasa (18-3).
Namun, pasien itu kemudian dirujuk ke RSUAM Bandar Lampung. Sobirin, suami penderita, mengatakan istrinya dirawat di salah satu ruang penyakit dalam RSU A. Yani sejak Senin (10-3) akibat menderita demam tinggi.
Namun, hasil pemeriksaan dokter Chandra Pandiangan, salah seorang dokter rumah sakit setempat, Huliyatun diduga terjangkit virus flu burung. Karena itu, Huliyatun yang sebelumnya dirawat di ruang penyakit dalam, dipindahkan ke salah satu ruang isolasi pada Selasa (18-3).
Sobirin mengatakan sebelum istrinya dirawat di rumah sakit, tiga bulan lalu pada ketiak Huliyatun tumbuh benjolan sejenis bisul. Oleh pihak keluarga, penyakit tersebut dioperasi di Puskesmas Batanghari. Sebulan kemudian, benjolan tersebut kembali tumbuh di tempat yang sama.
Huliyatun lalu dibawa ke RSU A. Yani Metro. Di sana, korban kembali menjalani operasi. Beberapa hari setelah dirawat, penyakit yang diderita korban dinyatakan sembuh. Namun, beberapa hari kemudian, Huliyatun menderita demam tinggi.
Wanita itu lalu berobat ke Rudi, salah seorang mantri di bilangan Sukoharjo Sekampung. Hasil diagnosis, Huliyatun menderita tifus. Merasa belum puas, darah Huliyatun lalu diperiksa di salah satu laboratorium di Metro. Hasil pemeriksaan pihak laboratorium, darah Huliyatun telah terjangkit virus hepatitis A. "Ketika darahnya kami periksa di laboratorium, kondisi istri saya saat itu agak mendingan," ujar Solihin.
Merasa kondisi agak mendingan, kata dia, beberapa hari sebelum dirawat di RSU A. Yani, Huliyatun berkunjung ke rumah salah satu anggota keluarga di Ganjaragung. Namun, di sana, dia kembali mengalami demam tinggi. Selain itu dia juga tidak mau makan. Karena kondisi penderita lemah, Senin (10-3) pihak keluarga membawa Huliyatun ke RSU A. Yani Metro.
Sementara itu, menurut rencana
Rabu (19-3), Huliyatun akan dirujuk ke RSU Abdul Moeloek. Pasalnya, fasilitas untuk penanganan kasus flu burung di rumah sakit itu terbatas. "Kami belum memiliki ruang isolasi penanganan flu burung yang standar," ujar dr. Chandra yang menangani kasus tersebut.
Menurut dia, awal kedatangan Haliyatun di rumah sakit dalam keadaan panas tinggi, perut mual, dan pusing. Dan tanda sesak napas dan batuk tidak ada. Setelah diperiksa intensif, pihak rumah sakit awalnya menduga hepatitis. Namun ,dalam perjalanan hasil laboratorium terjadi penurunan trombosit. Dan saat itu tanda kecurigaan makin meningkat dugaan flu burung, dikarenakan setelah melihat hasil rontgen foto ditemukan gambaran bronco pnemonia.
Comment