Bali: five are suspected infected with H5N1 bird flu
Blood samples of five patients Suspect Bird Flu Sent to Jakarta
Thursday, 07 Januari 2010 13:36 pm http://www.mediaindonesia.com/read/2...rim-ke-Jakarta
DENPASAR - MI: Blood samples of five patients suspect bird flu (H5N1) is now being treated at the Hospital (RS) Sanglah Denpasar, Bali, sent to Jakartal to ascertain whether the five men positively infected by avian flu.
"We have sent blood samples to Jakarta, so just waiting for the result if it later tested positive or negative," said Head of Provincial Health Office Dr. Nyoman Bali Suteja in Denpasar, on Thursday (7 / 1). But Suteja not specify the names of the five patients.
Tapinya, the symptoms the patient has not shown a strong lead to the bird flu. The reason is the recent weather changes that affect one's health condition.
The symptoms indicated a very common, such as body temperature rises, and shortness of breath. Even so, he still would not take any chances and did not immediately examine the blood samples as the anticipation of things unwanted. "So, they keep the patients treated in isolation," said Suteja.
Susfect bird flu patients who entered the Sanglah Hospital, Tuesday (6 / 1), the initials WR, 65, from Banjarangkan, Klungkung regency. WR suspected that H5N1 virus following the death of some chickens in the neighborhood of a sudden.
Based on the record, since the emergence of bird flu case in Bali, of all patients who had been treated in hospital Sanglah two of whom died in 2007. Both were from the district of Tabanan and Jembrana. (RS/OL-01)
--- Bahasa Indonesia original text
Sampel Darah Lima Pasien Suspect Flu Burung Dikirim ke Jakarta
Kamis, 07 Januari 2010 13:36
DENPASAR--MI: Sampel darah lima pasien suspect flu burung (H5N1) yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar, Bali, dikirim ke Jakartal untuk memastikan apakah kelima orang itu positif terjangkit flu burung.
"Kami sudah kirim sampel darahnya ke Jakarta, jadi tinggal menunggu hasilnya apakah nanti dinyatakan positif atau negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Suteja di Denpasar, Kamis (7/1). Namun Suteja tidak merinci nama-nama kelima pasien tersebut.
Tapinya, dari gejala yang ditunjukkan pasien tersebut belum kuat mengarah ke flu burung. Pasalnya, belakangan ini tengah terjadi perubahan cuaca sehingga memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Gejalanya yang ditunjukkan sangat umum, antara lain suhu badan naik, dan sesak napas. Meski begitu, ia tetap tidak mau ambil risiko dan tidak segera meneliti sampel darah sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. "Jadi, mereka para pasien tetap dirawat di ruang isolasi," ujar Suteja.
Pasien susfect flu burung yang masuk ke RS Sanglah, Selasa (6/1), berinisial WR, 65, asal Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. WR dicurigai terinfeksi virus H5N1 itu menyusul kematian sejumlah ayam di sekitar tempat tinggalnya secara mendadak.
Berdasarkan catatan, sejak munculnya kasus flu burung di Bali, dari sekian pasien yang pernah dirawat di RS Sanglah dua di antaranya meninggal pada 2007. Keduanya berasal dari kabupaten Tabanan dan Jembrana. (RS/OL-01)
Blood samples of five patients Suspect Bird Flu Sent to Jakarta
Thursday, 07 Januari 2010 13:36 pm http://www.mediaindonesia.com/read/2...rim-ke-Jakarta
DENPASAR - MI: Blood samples of five patients suspect bird flu (H5N1) is now being treated at the Hospital (RS) Sanglah Denpasar, Bali, sent to Jakartal to ascertain whether the five men positively infected by avian flu.
"We have sent blood samples to Jakarta, so just waiting for the result if it later tested positive or negative," said Head of Provincial Health Office Dr. Nyoman Bali Suteja in Denpasar, on Thursday (7 / 1). But Suteja not specify the names of the five patients.
Tapinya, the symptoms the patient has not shown a strong lead to the bird flu. The reason is the recent weather changes that affect one's health condition.
The symptoms indicated a very common, such as body temperature rises, and shortness of breath. Even so, he still would not take any chances and did not immediately examine the blood samples as the anticipation of things unwanted. "So, they keep the patients treated in isolation," said Suteja.
Susfect bird flu patients who entered the Sanglah Hospital, Tuesday (6 / 1), the initials WR, 65, from Banjarangkan, Klungkung regency. WR suspected that H5N1 virus following the death of some chickens in the neighborhood of a sudden.
Based on the record, since the emergence of bird flu case in Bali, of all patients who had been treated in hospital Sanglah two of whom died in 2007. Both were from the district of Tabanan and Jembrana. (RS/OL-01)
--- Bahasa Indonesia original text
Sampel Darah Lima Pasien Suspect Flu Burung Dikirim ke Jakarta
Kamis, 07 Januari 2010 13:36
DENPASAR--MI: Sampel darah lima pasien suspect flu burung (H5N1) yang kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Sanglah Denpasar, Bali, dikirim ke Jakartal untuk memastikan apakah kelima orang itu positif terjangkit flu burung.
"Kami sudah kirim sampel darahnya ke Jakarta, jadi tinggal menunggu hasilnya apakah nanti dinyatakan positif atau negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Suteja di Denpasar, Kamis (7/1). Namun Suteja tidak merinci nama-nama kelima pasien tersebut.
Tapinya, dari gejala yang ditunjukkan pasien tersebut belum kuat mengarah ke flu burung. Pasalnya, belakangan ini tengah terjadi perubahan cuaca sehingga memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.
Gejalanya yang ditunjukkan sangat umum, antara lain suhu badan naik, dan sesak napas. Meski begitu, ia tetap tidak mau ambil risiko dan tidak segera meneliti sampel darah sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tak diinginkan. "Jadi, mereka para pasien tetap dirawat di ruang isolasi," ujar Suteja.
Pasien susfect flu burung yang masuk ke RS Sanglah, Selasa (6/1), berinisial WR, 65, asal Banjarangkan, Kabupaten Klungkung. WR dicurigai terinfeksi virus H5N1 itu menyusul kematian sejumlah ayam di sekitar tempat tinggalnya secara mendadak.
Berdasarkan catatan, sejak munculnya kasus flu burung di Bali, dari sekian pasien yang pernah dirawat di RS Sanglah dua di antaranya meninggal pada 2007. Keduanya berasal dari kabupaten Tabanan dan Jembrana. (RS/OL-01)