From Bird Flu Information Corner
Wonogiri, Central Java ::: A farmer possibly dies of bird flu
Posted by Ida on June 15, 2010
Wonogiri ? A resident of Kabupaten Wonogiri suspected to have died of bird flu H5N1. Victim, named Supar, is a 55-year-old, resides in Dusun Pakelan RT4/RW2 Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Previously, two children from kecamatan Eramoko and Kecamatan Manyaran of Wonogiri were reported to have died of bird flu.
?By observing clinical signs, cause of death indicates bird flu infection. But, we?re still waiting for blood test result from Jakarta laboratory,? stated Head of Health Service Kabupaten Wonogiri, dr AUG Jarot Budiharso, MKes.
According to Head of Infectious Disease Eradication and Environmental Health (Pemberantasan Penyakit Menular Penyehatan Lingkungan/P2MPL), dr Tuti Darsari, Tuesday (15/6), victim started to develop fever, nausea and vomiting on 30 May 2010.
He was brought to Amal Sehat hospital in Kecamatan Slogohimo, and then transferred to Marga Husada hospital in Wonogiri. Later he was referred to dr Oen hospital in Surakarta due to pneumonia evidence. On 9 June 2010, Supar was transferred again to dr Murwadi hospital in Solo. In only about 10 hours medical care, victim died with bird flu suspect diagnosis in dr Murwadi hospital.
Epidemiological investigation in Dusun Pakelan by Health Service found that several chickens have died of bird flu nearby victim?s resident.
Head of Livestock, Fishery and Marine Service (Nakperla) of Wonogiri, Ir Ruli Pramono, MM said team had been dispatched to the suspect location for disinfection, public socialization and investigation of any death birds.
Source: Indonesia local newspaper, Suara Merdeka.
15 Juni 2010
Seorang Petani Tewas Diduga Akibat Flu Burung
Wonogiri, CyberNews. Seorang warga Kabupaten Wonogiri, dilaporkan tewas diduga terserang penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI). Korban bernama Supar (55), petani yang tinggal di Dusun Pakelan RT 4/RW 2 Desa Jeporo Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri.
Kematian korban mengarah pada indikasi suspect flu burung. Tapi kepastian secara medis menunggu hasil tes darah korban, yang kini tengah diteliti di laboratorium.
Kasus kematian korban flu burung di Kabupaten Wonogiri, sebelumnya merenggut dua nyawa anak di Kecamatan Eromoko dan di Kecamatan Manyaran.
"Mencermati gejala klinis, memang penyebab kematiannya mengindikasikan ke arah serangan flu burung. Tapi kepastian medisnya, masih menunggu hasil tes darahnya yang dikirim ke laboratorium Jakarta," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dokter AUG Jarot Budiharso MKes.
Dokter Jarot didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Penyehatan Lingkungan (P2MPL) dokter Tuti Darsari, Selasa (15/6), menyatakan, berdasarkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim kesehatan, korban Supar mulai sakit demam tanggal 30 Mei 2010.
Karena disertai mual dan muntah, kemudian dibawa ke RS Amal Sehat Kecamatan Slogohimo, dan dirujuk ke RS Marga Husada Wonogiri. Selanjutnya dirujuk ke RS dokter Oen Surakarta, dengan diagnosa pneumonia. Pada 9 Juni 2010, Supar dirujuk lagi ke RS dokter Muwardi Solo. Hanya sekitar 10 jam dirawat di RS dokter Muwardi, korban meninggal, dengan diagnosa suspect flu burung.
Dari hasil penyelidikan epidemologi ke Dusun Pakelan, tim kesehatan memperoleh keterangan di sekitar pemukiman korban pernah terjadi kematian ayam mendadak dan dari rapid tes-nya positif flu burung.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan (Nakperla) Wonogiri, Ir Ruli Pramono MM menyatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim ke lokasi, sekaligus dilakukan penyemprotan desinfektan ke kandang ternak warga, dan menyerukan masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya, serta melaporkan bila mendapati unggas mati mendadak.
Wonogiri, Central Java ::: A farmer possibly dies of bird flu
Posted by Ida on June 15, 2010
Wonogiri ? A resident of Kabupaten Wonogiri suspected to have died of bird flu H5N1. Victim, named Supar, is a 55-year-old, resides in Dusun Pakelan RT4/RW2 Desa Jeporo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.
Previously, two children from kecamatan Eramoko and Kecamatan Manyaran of Wonogiri were reported to have died of bird flu.
?By observing clinical signs, cause of death indicates bird flu infection. But, we?re still waiting for blood test result from Jakarta laboratory,? stated Head of Health Service Kabupaten Wonogiri, dr AUG Jarot Budiharso, MKes.
According to Head of Infectious Disease Eradication and Environmental Health (Pemberantasan Penyakit Menular Penyehatan Lingkungan/P2MPL), dr Tuti Darsari, Tuesday (15/6), victim started to develop fever, nausea and vomiting on 30 May 2010.
He was brought to Amal Sehat hospital in Kecamatan Slogohimo, and then transferred to Marga Husada hospital in Wonogiri. Later he was referred to dr Oen hospital in Surakarta due to pneumonia evidence. On 9 June 2010, Supar was transferred again to dr Murwadi hospital in Solo. In only about 10 hours medical care, victim died with bird flu suspect diagnosis in dr Murwadi hospital.
Epidemiological investigation in Dusun Pakelan by Health Service found that several chickens have died of bird flu nearby victim?s resident.
Head of Livestock, Fishery and Marine Service (Nakperla) of Wonogiri, Ir Ruli Pramono, MM said team had been dispatched to the suspect location for disinfection, public socialization and investigation of any death birds.
Source: Indonesia local newspaper, Suara Merdeka.
15 Juni 2010
Seorang Petani Tewas Diduga Akibat Flu Burung
Wonogiri, CyberNews. Seorang warga Kabupaten Wonogiri, dilaporkan tewas diduga terserang penyakit flu burung atau Avian Influenza (AI). Korban bernama Supar (55), petani yang tinggal di Dusun Pakelan RT 4/RW 2 Desa Jeporo Kecamatan Jatipurno Kabupaten Wonogiri.
Kematian korban mengarah pada indikasi suspect flu burung. Tapi kepastian secara medis menunggu hasil tes darah korban, yang kini tengah diteliti di laboratorium.
Kasus kematian korban flu burung di Kabupaten Wonogiri, sebelumnya merenggut dua nyawa anak di Kecamatan Eromoko dan di Kecamatan Manyaran.
"Mencermati gejala klinis, memang penyebab kematiannya mengindikasikan ke arah serangan flu burung. Tapi kepastian medisnya, masih menunggu hasil tes darahnya yang dikirim ke laboratorium Jakarta," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dokter AUG Jarot Budiharso MKes.
Dokter Jarot didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Penyehatan Lingkungan (P2MPL) dokter Tuti Darsari, Selasa (15/6), menyatakan, berdasarkan dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim kesehatan, korban Supar mulai sakit demam tanggal 30 Mei 2010.
Karena disertai mual dan muntah, kemudian dibawa ke RS Amal Sehat Kecamatan Slogohimo, dan dirujuk ke RS Marga Husada Wonogiri. Selanjutnya dirujuk ke RS dokter Oen Surakarta, dengan diagnosa pneumonia. Pada 9 Juni 2010, Supar dirujuk lagi ke RS dokter Muwardi Solo. Hanya sekitar 10 jam dirawat di RS dokter Muwardi, korban meninggal, dengan diagnosa suspect flu burung.
Dari hasil penyelidikan epidemologi ke Dusun Pakelan, tim kesehatan memperoleh keterangan di sekitar pemukiman korban pernah terjadi kematian ayam mendadak dan dari rapid tes-nya positif flu burung.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kelautan (Nakperla) Wonogiri, Ir Ruli Pramono MM menyatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim ke lokasi, sekaligus dilakukan penyemprotan desinfektan ke kandang ternak warga, dan menyerukan masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya, serta melaporkan bila mendapati unggas mati mendadak.
Comment