Re: Padang, West Sumatra ::: Bird flu suspect dies
Re: Padang, West Sumatra ::: Bird flu suspect dies
West Sumatra
Thursday, July 29, 2010, 12:54:00
Patient Suspect Bird Flu Deaths
PADANG - After four days of treatment in isolation rooms in the disease Dr M Djamil Padang, the patient suspect (allegedly, red) bird flu, died. Residents Sawahtaratak Muarokalaban, Sawahlunto initials YY, 24, became the first suspect bird flu patient dies while undergoing treatment at Dr M Djamil Padang during 2010.
Previously two other patients are allowed to go home.
The patient died at around 6:00 pm, Wednesday (28 / 7). Before getting treatment in isolation rooms in the department of disease M Djamil Padang, YY had undergone treatment in hospitals Sawahlunto.
But because his condition was not being recovered, the medical team referred to Dr M Djamil Padang, with suspected bird flu. So when I got Dr M Djamil Padang, YY directly receive care in isolation rooms.
This room is specifically intended for patients who come with suspected bird flu. The first day of treatment, Saturday (24 / 7) direct the medical team did some checking. Such as blood tests, swab throats and lungs.
For the blood and throat examination conducted at the Ministry of Health Research and Development Department, until recently the medical team Dr M Djamil Padang is still awaiting the results of these inspections.
While lung examination was conducted in Dr M Djamil Padang, the results showed the presence of symptoms of bird flu direction.
"The lung X-ray showed the presence of pneumonia in the lungs YY. Although this leads to the symptoms of bird flu, but this should not be used as a guide. Guides know the positive results, whether based on PCR results from the Ministry of Health Research and Development Department," said Director of Medical and Nursing Dr M Djamil Padang, Irayanti, during a press conference yesterday.
So that the organization remains YY, enforced by default, not as the positive patient bird flu. As is known, if a patient tested positive, then the corpse was wrapped using plastic.
Meanwhile, when asked, why YY designated as suspect bird flu although no dead birds in the surrounding "
According Irayanti, it can not be a benchmark. It could be, around the house there are no birds died suddenly. But in the work environment, who knows no birds died suddenly. Moreover, symptoms which indicated YY, similar to the patient suspect bird flu.
Sudden Death Not There Poultry
Meanwhile Rosmaniar, 53, mother YY states, did not expect her child would suspect bird flu. Section, the fourth child of five brothers, was initially only complained about joint pain in his left leg, then her fever and she brings to the nearest health center. Directly referring to health centers and hospitals Sawahlunto Dr M Djamil ending at the Padang.
"I can be of information, if it was caused by bird flu chickens died suddenly. But in our house there are no chickens died suddenly. Fourth chickens are still alive," he said.
However, Ros daily laborers in the river with sand diggers YY, resigned to this calamity. He just hopes his daughter's funeral took place smoothly process is planned to be interred yesterday afternoon in Silungkang Sawahlunto.:tiphat:
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=68995
----------------
NUSANTARA - SUMBAR Kamis, 29 Juli 2010 , 12:54:00
Pasien Suspect Flu Burung Meninggal
PADANG - Setelah mendapatkan perawatan empat hari di ruangan isolasi penyakit dalam RSUP M Djamil Padang, pasien suspect (diduga, red) flu burung, meninggal dunia. Warga Sawahtaratak Muarokalaban, Kota Sawahlunto berinisial YY, 24, jadi pasien pertama suspect flu burung meninggal dunia ketika menjalani perawatan di RSUP M Djamil Padang selama 2010. Sebelumya dua pasien lainnya diperbolehkan pulang.
Pasien meninggal sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (28/7). Sebelum mendapatkan perawatan di ruangan isolasi penyakit dalam RSUP M Djamil Padang, YY sempat menjalani perawatan di RSUD Sawahlunto.
Namun karena kondisinya tidak kunjung pulih, maka tim medis merujuk ke RSUP M Djamil Padang, dengan dugaan flu burung. Maka begitu sampai di RSUP M Djamil Padang, YY langsung mendapatkan perawatan di ruangan isolasi.
Ruangan ini memang khusus diperuntukan untuk pasien yang datang dengan dugaan menderita flu burung. Hari pertama menjalani perawatan, Sabtu (24/7) tim medis langsung melakukan sejumlah pemeriksaan. Seperti pemeriksaan darah, swab tenggorokan dan paru-paru.
Untuk darah dan tenggorokan, pemeriksaan dilakukan di Balitbang Depkes RI, hingga saat ini tim medis RSUP M Djamil Padang masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut. Sedangkan pemeriksaan paru-paru dilakukan di RSUP M Djamil Padang, hasil pemeriksaan menunjukan adanya gejala ke arah flu burung.
"Hasil ronsen paru, menunjukan adanya pneumonia di paru-paru YY. Meski ini mengarah kepada gejala penyakit flu burung, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan pedoman. Panduan mengetahui hasil positif, tidaknya berdasarkan hasil PCR dari Balitbang Depkes RI," ujar Direktur Medis dan Keperawatan RSUP M Djamil Padang, Irayanti, saat jumpa pers, kemarin.
Sehingga penyelenggaraan jenazah YY, diberlakukan secara standar, bukan seperti pasien positif flu burung. Seperti diketahui, jika seorang pasien dinyatakan positif, maka jenazah dibalut menggunakan plastik.
Sementara itu ketika ditanya, mengapa YY ditetapkan sebagai suspect flu burung padahal tidak ada unggas yang mati di sekitarnya" Menurut Irayanti, hal tersebut tidak bisa jadi patokan. Bisa saja, di sekitar rumahnya tidak ada unggas mati mendadak. Tetapi di lingkungan kerjanya, siapa tahu ada unggas mati mendadak. Apalagi gejala yang ditunjukan YY, mirip dengan pasien suspect flu burung.
Tidak Ada Unggas Mati Mendadak
Sementara itu Rosmaniar, 53, ibu YY menyatakan, tidak menduga anaknya bakal suspect flu burung. Pasalnya, anak ke empat dari lima saudara tersebut awalnya hanya mengeluhkan nyeri sendi di kaki kirinya, kemudian tubuhnya meriang dan ia pun membawa ke puskesmas terdekat. Puskesmas langsung merujuk ke RSUD Sawahlunto dan berakhir di RSUP M Djamil Padang.
"Saya dapat informasi, kalau flu burung itu akibat ayam mati mendadak. Tetapi di rumah kami tidak ada ayam mati mendadak. Keempat ekor ayam saat ini masih hidup," ujarnya.
Meski demikian, Ros sehari-hari buruh penggali pasir di sungai bersama YY, pasrah dengan musibah ini. Ia hanya berharap, proses pemakaman putrinya berlangsung lancar yang rencananya akan dikebumikan sore kemarin di Silungkang Sawahlunto.
(nia)